Bryan Domani dan Hanggini akhirnya bertemu kembali di Cek Ombak (Melulu) yang juga dibintangi Shareefa Daanish dan Hans de Kraker.
Rumitnya kisah cinta di Cek Ombak (Melulu) mempertemukan Igo (Bryan Domani) dan Kika (Hanggini) dalam platform kencan online.
Virgorian Harraya atau Igo dan Malika Elleana atau Kika, akhirnya bertemu dan semakin dekat, dan ketika mereka ingin memberitahu orang tuanya bahwa mereka berpacaran, orang tua mereka terlihat tidak setuju dan melarang mereka habis-habisan untuk melanjutkan hubungan mereka.
Siapa sangka, ternyata, ibu Kika, Rosa Mariska (Shareefa Daanish) dan ayah Igo, Juno Bastian (Hans de Kraker) juga menjalin hubungan serius. Lalu bagaimanakah kelanjutan hubungan mereka masing-masing? Adakah kesempatan untuk Igo dan Kika untuk bersatu?
Ditemui dalam konferensi pers pada 13 Januari 2022 kemarin, ketika ditanya apa yang berkesan selama proses syuting, Shareefa menyatakan bahwa dia jarang mendapatkan peran sebagai ibu, jadi peran dalam film ini berkesan untuknya.
Sedangkan untuk Hans de Kraker, sebagai seseorang yang sering memerankan karakter yang dingin, dalam film ini harus berperan menjadi orang betawi yang logatnya harus dipelajari dulu. Bahkan ia memiliki coach sendiri untuk belajar berbahasa Betawi dan ia sangat semangat melakukannya.
Sedangkan untuk Hanggini dan Bryan Domani yang memang sudah berteman baik sejak lama, memastikan bahwa mereka cukup dekat, walaupun kesulitan pasti ada.
“Kalo aku sama Hanggini memang pernah ada project bareng ya dulu banget waktu masih kecil, trus Hanggini juga sering bikin video youtube sama adik aku, jadi sering ke rumah juga, jadi ya cukup dekat. Tapi kesulitan sih pasti ada.”
Hans de Kraker dan Bryan Domani sebelumnya pernah bermain bersama
Seperti yang kita ketahui, Hans dan Bryan sebelumnya pernah bertemu dalam salah satu film berjudul Sin yang dimana mereka juga berperan sebagai ayah dan anak.
Bryan mengatakan bahwa chemistry mereka sebagai Bryan dan Hans sudah cukup kuat, namun untuk karakternya yang ada di film ini, memang jauh berbeda, dan mereka harus diskusi lagi.
“Di film sebelumnya kan memang menjadi ayah dan anak juga ya, jadi sudah ada chemistry antara Hans dan Bryan karena pernah main bareng. Tapi di film ini karena karakternya berbeda, jadi kita perlu diskusi lagi dan bertukar opini satu sama lain. Karakternya jadi muncul karena diskusi itu.”
Sedangkan Hans, mengatakan bahwa karakter yang sebelumnya dan saat ini sangat jauh berbeda jadi ia harus berlatih.
“Waktu di film Sin saya kan jadi orang Jerman ya yang dingin, dan di film ini saya harus menjadi orang Indonesia yang hangat dan marah tidak diam saja jadi tentu ini sangat berbeda”.

Menurut sutradara film Cek Ombak (Melulu), produksi film hanya memakan waktu 6 hari, tapi tentunya persiapan yang dilakukan lebih dari itu.
“6 hari itu hanya eksekusinya saja, kalau pra produksinya saya menyiapkan semuanya butuh waktu satu bulan. Saya mematangkan persiapan sebelum dieksekusi”
Rumitnya kisah cinta di Cek Ombak (Melulu) mempunyai pesan moral
Ketika ditanya mengapa masyarakat harus menonton film ini, Suroso MYS selaku sutradara menjelaskan bahwa film ini memiliki banyak pesan, terutama pesan bagaimana seharusnya orang tua mendidik anak.
“Mendidik anak terlalu keras jangan, terlalu lembek juga gak boleh, jadi di film ini akan diperlihatkan bagaimana seharusnya mendidik anak dengan baik”
Hanggini dalam penutupnya juga menjelaskan kalau film ini berbeda dengan film yang biasa ia lihat dan perankan.
“Film ini juga unik, jalan ceritanya baru, beda dari yang lain. Aku kayak baru pertama kali menemukan film yang seperti ini, itu kalau aku ya,” tambah Hanggini.
Shareefa Daanish yang menjadi ibu dari Kika juga menambahkan,
“Film ini juga bisa menghibur para penonton, dengan genre romantic comedy, dan juga bagaimana hubungan keluarga.” kata Shareefa sambil menutup perbincangan.
Cek Ombak (Melulu) sudah tayang hari ini, 14 Januari 2022, eksklusif hanya di platform streaming online KlikFilm.